Tradisi Ketupat Jembut: Nama Kontroversial, Makna Budaya dari Semarang
Pada pandangan pertama, nama “ketupat jembut” dapat
mengejutkan—kata “jembut” dalam bahasa Indonesia merujuk ke hal intim. Namun di
Semarang, hidangan ini justru punya makna budaya tertentu: sebuah ketupat yang
dicetak atau dibentuk dengan celah vertikal dan diisi sayur atau uang sebagai
simbol.
Fonetik dan visualnya unik, dan sengaja demikian sebagai bagian dari tradisi
lokal. Anak-anak diberikan uang di dalam ketupat jembut pada hari raya sebagai
simbol kedermawanan dan syukur.
Sebagai wartawan dan pengajar, topik ini menarik karena menggabungkan unsur
kuliner, nama yang provokatif, dan makna budaya. Guru bisa membahas bagaimana
nama makanan bisa mencerminkan tradisi atau nilai masyarakat—termasuk
pembicaraan ringan tentang asal usul nama.
Tantangannya adalah bagaimana menyampaikan tema ini dengan bahasa yang sesuai
untuk siswa SD (kelas 1) agar tetap sopan dan edukatif. Guru bisa menggunakan
pendekatan ringan: “Mari kita tahu makanan tradisional unik di kota kita” tanpa
masuk ke detail tabu.
Akhirnya, ketupat jembut mengingatkan bahwa kuliner tidak hanya soal rasa,
tetapi juga soal cerita, simbol, dan identitas lokal yang kadang tersembunyi di
balik nama yang mengejutkan.