Tren Mahasiswa Belajar Storytelling: Cara Baru Bikin Presentasi Makin Hidup
Storytelling kini menjadi tren baru di kalangan mahasiswa yang ingin meningkatkan kemampuan public speaking. Teknik bercerita dinilai mampu membuat penyampaian pesan lebih hidup, menarik, dan mudah diingat. Dibanding hanya menampilkan slide penuh teks, sebuah cerita personal sering kali lebih efektif menggugah audiens dan membuat topik terasa relevan.
Dalam dunia pendidikan tinggi, storytelling mulai digunakan mahasiswa untuk presentasi tugas, diskusi kelompok, hingga pitch ide dalam kompetisi. Hal ini menunjukkan bahwa metode penyampaian yang baik dapat meningkatkan pemahaman audiens terhadap materi yang dibahas. Banyak mahasiswa mengaku bahwa menggunakan cerita membuat mereka lebih percaya diri dan tidak mudah lupa materi.
Selain itu, storytelling juga melatih mahasiswa mengatur alur berbicara. Mereka belajar memulai dari masalah, membangun ketegangan, lalu memberikan solusi. Struktur ini membuat penyampaian terasa lebih profesional dan terarah. Tak heran jika teknik ini semakin populer di berbagai kampus.
Bagi mahasiswa yang belum terbiasa, langkah pertama adalah menggali cerita sederhana dari pengalaman pribadi. Tidak perlu kisah dramatis, cukup cerita yang relevan dengan tema dan mampu memberi gambaran nyata pada pendengar. Kekuatan storytelling justru ada pada kejujuran dan kedekatannya dengan kehidupan.
Dengan menguasai storytelling, mahasiswa tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga belajar menyentuh emosi pendengar. Keterampilan ini sangat berguna dalam dunia kerja, terutama bagi mereka yang kelak akan terjun ke bidang komunikasi, pendidikan, marketing, atau kepemimpinan.